Advertisement

Hendi Potabuga
BOLTIM - Komitmen PT Arafura Surya Alam (PT ASA) dalam memprioritaskan tenaga kerja lokal kembali menjadi sorotan. Pemerhati sekaligus masyarakat Kotabunan, Hendi Potabuga, mendesak perusahaan agar membuka data perekrutan karyawan secara transparan, khususnya terkait jumlah tenaga kerja dari lingkar tambang dan pekerja yang berasal dari luar Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).
Menurut Hendi, pernyataan bahwa anak lingkar tambang menjadi prioritas perekrutan harus dibuktikan dengan data yang jelas, bukan sekadar pernyataan tanpa angka yang bisa diketahui masyarakat.
Ia mempertanyakan berapa banyak warga lingkar tambang yang telah direkrut PT ASA, serta berapa jumlah pekerja dari luar daerah yang kini bekerja di perusahaan tersebut.
“Terkait tenaga kerja di lingkar tambang, dari pihak perusahaan kan bilang memprioritaskan anak lingkar tambang. Cuma sejauh ini tidak ada kejelasan berapa banyak anak lingkar tambang yang bekerja di perusahaan. Begitu juga orang-orang dari luar kampung, asal mereka dari mana,” ujar pria yang akrab disapa Bung Coy pada Jumat (9/10/2026).
Ia menegaskan, perusahaan seharusnya berani membuka data perekrutan agar masyarakat dapat mengetahui fakta yang sebenarnya. Menurutnya, transparansi menjadi penting untuk memastikan bahwa komitmen memprioritaskan tenaga kerja lokal benar-benar diwujudkan dalam praktik.
“Dorang musti ada pembuktian, minimal data. Data itu harus terbuka supaya torang bisa mengetahui kejelasan fakta,” tegasnya.
Jangan hanya bicara prioritas, publik butuh bukti. Persoalan tenaga kerja di sekitar wilayah operasi perusahaan bukan sekadar urusan siapa yang diterima bekerja. Bagi masyarakat lingkar tambang, kesempatan kerja juga berkaitan dengan harapan untuk merasakan manfaat dari aktivitas perusahaan yang beroperasi di wilayah mereka.
Karena itu, keterbukaan informasi mengenai perekrutan dinilai penting untuk menjawab pertanyaan publik. Berapa jumlah pekerja lokal yang diterima? Berapa yang berasal dari luar Boltim? Dari desa atau daerah mana saja para pekerja tersebut berasal?
Data yang disajikan secara jelas dapat membantu masyarakat menilai pelaksanaan komitmen perekrutan tenaga kerja lokal berdasarkan fakta, bukan dugaan maupun kabar yang berkembang di tengah masyarakat.
Di sisi lain, transparansi tersebut juga perlu memperhatikan perlindungan data pribadi karyawan. Perusahaan dapat menyampaikan data agregat mengenai jumlah pekerja berdasarkan asal daerah tanpa harus membuka informasi pribadi masing-masing karyawan. PT ASA perlu memberikan penjelasan.
Sorotan Bung Coy menjadi pengingat bahwa komunikasi antara perusahaan dan masyarakat tidak cukup hanya melalui pernyataan mengenai prioritas tenaga kerja lokal. Penjelasan yang disertai data menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik.
Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang relevan mengenai pelaksanaan komitmen tersebut melalui mekanisme keterbukaan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kini, pertanyaan yang mengemuka bukan semata-mata apakah PT ASA memprioritaskan anak lingkar tambang, melainkan sejauh mana komitmen itu telah diwujudkan dan dapat dibuktikan melalui data yang transparan?
Keterangan resmi dari pihak PT ASA mengenai jumlah tenaga kerja lokal dan pekerja dari luar Boltim diperlukan agar persoalan ini dapat dinilai secara berimbang berdasarkan fakta.
Sebab, ketika perusahaan menyatakan tenaga kerja lokal menjadi prioritas, keterbukaan data merupakan salah satu cara untuk menunjukkan bagaimana komitmen itu dijalankan.(Rila)
865 dilihat
