Iklan

Haryadi
Minggu, November 01, 2026, 6:03:00 PM WIB
Last Updated 2026-11-01T11:47:40Z
berita utamaManado

Diadu ke Cyber Polda karena Berita, Pemred KOMENTAR.ID ke Politisi Gerindra: Silahkan Klarifikasi di Sekretariat!

Advertisement


Foto:Ist

MANADO
-- Pemimpin Redaksi koran online KOMENTAR.ID Hut Kamrin mendapat pengaduaan resmi ke Bagian Cyber Polda Sulut. Kabar pengaduan itu disampaikan Hut Kamrin pada Jumat, 30 Oktober 2026 sore setelah dirinya menerima panggilan telpon WhatsApp dari penidik Cyber.


“Saya sudah dihubungi penyidik Cyber bahwa pekan depan akan dipanggil ke ruang penyidik, untuk mengklarifikasi narasi berita atau mungkin hal lain yang diadu oleh lelaki Fernando Djeki Dumais dari Gerindra. Itu penuturan oknum penyidik melalui telpon Whatsapp,” ujar Kamrin, Sabtu sore di Manado.


 


“Saya akan datang walaupun dalam prinsip jurnalistik saya punya hak untuk menolak hadir. Namun saya akan klarifikasi seluas-luasnya,” tegas Kamrin.


 


Beberapa saat setelah menyatakan dirinya akan memenuhi panggilan cyber, Ketua PWI Manado itu  mengatakan, meja redaksi KOMENTAR.ID sudah menerima informasi bahwa lelaki Vian Punuh yang merupakan korban penipuan Djeki Dumais sudah menerima undangan klarifikasi dan penyelesaian masalah yang dilayangkan DPC Partai Gerindra Manado.


 


“Jadi pria yang diberitakan redaksi KOMENTAR.ID sebagai korban penipuan Djeki Dumais sebesar Rp75.000.000 sudah menerima undangan. Sidang resmi Partai Gerindra di Sekretariat DPC pukul 10.00 WITA. Nah pesan saya untuk Djeki Dumais sebagai pengadu di Bagian Cyber, Selamat menikmati sidang etik Partai Gerindra Manado. Saya akan hadir di Cyber Polda,” pesan Kamrin.  


 


Diberitakan pada edisi 23 Oktober 2026, redaksi KOMENTAR.ID menurunkan berita berjudul “ Mirip Sindikat, Djeki Dumais Minta Korban Transfer Rp75 Juta ke Orang Dekat YSK,’’.


Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Manado Fernando Djeki Dumais masih kepala batu menyatakan tidak ada bukti penipuan uang terhadap sejumlah orang. Dalam keterangan resmi yang dikirim ke Redaksi KOMENTAR.ID, Dumais menyatakan bantahan sekaligus meminta bukti mengenai apakah ada bukti korban VP mengirim uang ke rekeningnya. Taktik verbal Dumais ini rupanya sudah diketahui korban VP. Yakni minta sejumlah uang, janji proyek, beri jaminan cek orang lain bahkan rekening tujuan juga orang lain.


“Hal Tuduhan Sdr VP ttg 75 jt tsb coba dibuktikan siapakah pemilik Cek tsb apakah punya saya atau org lain, ada perjanjian bisnisnya ? Kl ada pernanjian siapakah yg hrs membayar cek tsb ? Apakah saudara VP ada mentransfer uang ke saya terkait Cek tsb ? Kl tdk ini fitnah serius : ini air susu dibalas dgn air tuba,, sekali lagi saya difitnah dan dicemarkan nama baik saya, saudara VP tdk punya dalil/bukti dan menuduh saya, apakah anda tahu konsekuensi dari tuduhan saudara yg kosong ? Saudara VP juga membuat Propaganda lewat Pamlet yg dikirim ke saya yg tendensius dan mencematkan nama baik saya,” jelas Dumais panjang lebar.


Kendati menurut korban ada kesan mengelabui, VP menjelaskan, Dumais memang meminta Rp75 juta pada tanggal 15 Agustus 2026. Permintaan itu dengan janji akan ada proyek pengadaan buku Rp500 juta di SMK Negeri 2 Bitung. VP kemudian menyanggupi. Kemudian VP mengirim uang tanggal 21 Agustus 2026 ke rekening Vitha atas permintaan Dumais. VP meminta jaminan. Lalu Dumais membawa jaminan cek milik lelaki Dewa yang saat ini sedang sakit berat.


Anehnya menurut VP, Dumais mengirim pesan agar uang itu ditransfer ke Vitha Supit, bukan ke dia (Dumais).


” Dia telp dan WA istri saya. Dia suruh bangun untuk transfer uang Rp75 juta karena dia dan orangnya adik Gubernur YSK sudah di Aston Hotel. Makanya saya TF ke Vitha Supit,” jelas VP.


Setelah itu VP kemudian mencari jaminan yang dijanjikan Dumais.


“Lalu dia kasih pegang cek 75 juta. pikiran saya langsung timbul. Kalau cek kosong, saya akan pidanakan. Dan ternyata benar cek memang kosong. Ini yang masalahnya. Uang saya keluar 75 juta. Cek kosong.


Padahal saya transfer karena dia bilang ada proyek buku Rp500 juta. Masa saya dibilang tidak punya bukti. Ini orang waras atau gila? Enak terima uang, giliran ditagih bilang tanpa bukti, lalu ancam-ancam orang.(**)




865 dilihat