Advertisement

Pengurus PBSI Minut usai audiensi dengan Bupati Joune Ganda terkait Open Tournament Bulutangkis Minut Cup 2026.
MINUT — Pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Minahasa Utara (Minut) mulai mematangkan persiapan Open Tournament Bulutangkis Minut Cup 2026.
Ajang yang akan mempertemukan atlet dan pebulutangkis dari berbagai kalangan ini dijadwalkan berlangsung pada 19-22 November 2026 di GOR Walinouw, Tumaluntung.
Bupati Minahasa Utara Dr Joune Ganda dijadwalkan membuka secara resmi turnamen tersebut. Pasalnya, dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu dorongan bagi PBSI Minut untuk menghadirkan kompetisi yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pengembangan olahraga dan pembinaan atlet daerah.
Keseriusan itu ditunjukkan melalui audiensi Ketua PBSI Minut Christin Reni Susilowati, S.Sos., bersama Sekretaris Epapras Tuidano, S.IP., M.Si., dengan Bupati Joune Ganda, Senin (2/11/2026).
Pertemuan ini turut didampingi Hi. Husen Tuahuns, S.H., selaku penasihat PBSI Minut. Dalam kesempatan itu, Bupati Joune Ganda yang juga merupakan pembina PBSI Minut menyatakan komitmennya untuk membantu pelaksanaan turnamen.
Diketahui pengurus PBSI Minut yang baru dilantik pada 21 Oktober 2026 itu pun langsung bergerak cepat. Agenda Minut Cup 2026 menjadi salah satu langkah awal yang dipersiapkan untuk menghidupkan kembali atmosfer kompetisi bulutangkis di daerah.
Ketua PBSI Minut Christin Reni Susilowati, yang berprofesi sebagai analis di BPBD, menegaskan bahwa bulutangkis memiliki tempat tersendiri di tengah masyarakat.
Menurutnya, olahraga ini bukan sekadar aktivitas untuk menjaga kebugaran dan kesehatan, melainkan juga sarana mengembangkan bakat, membangun prestasi, serta mempererat persaudaraan di kalangan generasi muda.
“Untuk meningkatkan kemampuan dan bakat atlet bulutangkis, diperlukan lebih banyak turnamen. Kompetisi seperti Minut Cup menjadi kesempatan bagi atlet klub maupun masyarakat untuk mengasah kemampuan, menambah pengalaman bertanding, dan menunjukkan potensi terbaik mereka,” ujarnya.
Selain itu, Minut Cup 2026 juga diharapkan menjadi momentum untuk menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-23 Kabupaten Minahasa Utara. Lebih dari sekadar perebutan gelar juara, turnamen ini diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit atlet potensial yang dapat dibina secara berkelanjutan.
Dengan demikian, Minahasa Utara tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya pertandingan, tetapi juga daerah yang mampu menyumbangkan atlet berprestasi bagi Sulawesi Utara hingga tingkat nasional.
PBSI Minut menilai kemajuan olahraga bulutangkis membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi modal penting untuk memperluas pembinaan sekaligus menciptakan ekosistem olahraga yang berkelanjutan.
Sementara itu, penasihat PBSI Minut Hi. Husen Tuahuns, S.H., mengajak seluruh pihak menjadikan olahraga sebagai ruang pembentukan karakter, kedisiplinan, dan persatuan.
Ia berharap Minut Cup 2026 tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan di lapangan, tetapi juga menjadi wadah mempererat kebersamaan serta menumbuhkan semangat sportivitas di kalangan atlet dan masyarakat.
“Jadikanlah olahraga bulutangkis sebagai prestasi tujuanku, disiplin nafasku, persatuan dan kesatuan di atas segala-galanya,” tegas Husen.(ayi)
865 dilihat
