Advertisement

Jan Cristo Paransi
SANGIHE – Sebagai daerah kepulauan yang memiliki hasil perikanan memadai, Kabupaten Kepulauan Sangihe telah banyak meng-ekspor diberbagai negara, khususnya Jepang dan Thailand.
Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jan Cristo Paransi, menilai Tahuna memiliki posisi geografis yang lebih strategis dibandingkan Bitung untuk dikembangkan sebagai pusat ekspor hasil perikanan langsung menuju kawasan Asia Pasifik.
"Perikanan perlu dioptimalkan dengan memanfaatkan kekayaan sumber daya ikan di perairan Kepulauan Sangihe sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat," ucap Paransi kepada media ini. Jumat(04/9/2026).
Lanjutnya, selama ini hasil perikanan Sangihe masih harus dikirim terlebih dahulu ke Bitung sebelum masuk ke pasar ekspor. Kondisi tersebut dinilai menambah biaya distribusi dan mengurangi efisiensi dalam rantai perdagangan hasil perikanan.
Saat ini, pemerintah daerah mempercepat peningkatan sarana dan prasarana Pelabuhan Tahuna agar dapat berkembang menjadi pelabuhan ekspor perikanan yang modern, memadai, dan kompetitif di kawasan perbatasan.
" Secara geografis, Tahuna lebih strategis dibandingkan dengan Bitung. Dimana, jalur negara Jepang dan Thailand lebih strategis jika pengembangan pusat perikanan dilakukan dari Tahuna," pungkasnya dengan nada yakin.
Diketahui, Pemkab Sangihe terus melakukan pembenahan penyelesaian Pelabuhan Tahuna yang merupakan pusat untuk membuka peluang jalur ekspor perikanan secara langsung tanpa harus melalui Bitung.
Selain pembangunan infrastruktur, diperlukan dukungan regulasi dari pemerintah pusat hingga provinsi agar Tahuna memperoleh kewenangan dan fasilitas yang memadai dalam mendukung perannya sebagai pintu ekspor hasil perikanan di kawasan perbatasan NKRI.(man)
865 dilihat
