Iklan

Haryadi
Kamis, September 10, 2026, 12:07:00 PM WIB
Last Updated 2026-09-10T04:07:37Z
berita utamaManado

Viral Tudingan Pemukulan Beredar di Medsos, Kadispora Manado: Lihat Fakta dan Videonya

Advertisement

              Bonyx Yusak Saweho


MANADO – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Manado, Bonyx Yusak Saweho, SE, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan di sejumlah media online maupun informasi yang beredar di media sosial mengenai insiden keributan usai pertandingan Tinju Liga Pelajar Kota Manado di Youth Center Manado, Sabtu (5/9/2026).


Bonyx dengan tegas membantah informasi yang menyebut dirinya melakukan pemukulan terhadap salah satu orang tua atlet dalam insiden tersebut.


Menurutnya, informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lokasi. Ia menegaskan, kehadirannya ketika keributan pecah justru untuk meleraikan dan memisahkan pihak-pihak yang terlibat perkelahian.


“Saya tegaskan, saya tidak memukul siapa pun. Saat terjadi keributan, saya justru langsung melerai dan memisahkan mereka,” tegas Bonyx kepada wartawan ManadoInside.id, Minggu (6/9/2026).


Ia menjelaskan, persoalan awal bermula dari adanya protes salah satu orang tua atlet asal Sangihe terkait piagam penghargaan yang belum diterima anaknya setelah pertandingan.


Saat persoalan tersebut mulai terjadi, Bonyx mengaku dirinya sedang berada di lantai dua Youth Center untuk mengikuti rapat bersama perangkat pertandingan, wasit dan juri. Dengan demikian, ia tidak melihat secara langsung kejadian awal yang berlangsung di lantai bawah.


“Saya waktu itu berada di lantai dua, sedang rapat bersama perangkat pertandingan, wasit dan juri. Jadi saya tidak melihat langsung bagaimana awal kejadian,” jelasnya.


Setelah turun ke lantai bawah, Bonyx mengaku bertemu dengan orang tua atlet tersebut. Karena sudah saling mengenal, dirinya kemudian menyapa dan menanyakan persoalan yang terjadi.


Orang tua atlet tersebut, kata Bonyx, menyampaikan keberatan karena piagam penghargaan untuk anaknya belum diberikan.


“Saya kenal yang bersangkutan, sehingga saya tanya ada apa. Dia menyampaikan piagam anaknya belum ada dan belum diberikan,” ungkapnya.


Bonyx kemudian meminta agar persoalan tersebut dikonfirmasi terlebih dahulu kepada pegawai yang menangani administrasi piagam.


“Saya sampaikan, piagam tunggu dulu. Saya akan cek kepada pegawai yang menangani. Kalau memang belum ada, nanti bisa dicetak,” ujarnya.


Namun, situasi kemudian berubah menjadi tegang hingga akhirnya terjadi keributan dan perkelahian.

Bonyx mengatakan, dalam situasi tersebut dirinya tidak melakukan pemukulan sebagaimana informasi yang beredar. Sebaliknya, ia mengaku langsung mengambil tindakan untuk menghentikan perkelahian agar tidak semakin meluas.


“Ketika terjadi perkelahian, saya langsung melerai dan memisahkan. Jadi tidak benar kalau saya disebut melakukan pemukulan,” tegasnya.


Ia juga meminta masyarakat maupun pengguna media sosial agar tidak langsung mempercayai setiap informasi yang beredar sebelum mengetahui fakta kejadian secara utuh.


Bonyx menilai, informasi yang tidak sesuai fakta berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan merugikan pihak-pihak tertentu.


“Jangan sampai informasi yang tidak benar kemudian berkembang menjadi kesimpulan yang berbeda dari kejadian sebenarnya,” katanya.


Bahkan, Bonyx menyebut rekaman video yang beredar dapat menjadi bahan untuk melihat secara objektif apa yang sebenarnya terjadi.


“Bagaimana saya memukul, sementara yang bersangkutan saya kenal. Statemen yang mengatakan saya memukul itu keliru. Di dalam video juga tidak ada saya melakukan pemukulan,” tegasnya.


Bonyx berharap persoalan tersebut tidak berkembang menjadi polemik berkepanjangan. Ia mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan komunikasi dan menyelesaikan setiap persoalan berdasarkan fakta.


“Yang paling penting mari kita lihat fakta yang sebenarnya. Jangan menyebarkan informasi yang tidak benar,” pungkas Kadispora Kota Manado.(Eka)


865 dilihat