-->
Dari Ruang Gubernur ke Ruang Sekolah Minggu: YSK Menunjukkan Arti Kepemimpinan yang Melayani

Dari Ruang Gubernur ke Ruang Sekolah Minggu: YSK Menunjukkan Arti Kepemimpinan yang Melayani

Foto:Ist

MANADO
— Di tengah padatnya agenda pemerintahan dan tanggung jawab sebagai kepala daerah, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) memilih memulai Minggu paginya dengan cara yang tidak biasa.

Bukan di ruang rapat, bukan di podium seremonial, melainkan di ruang sederhana Sekolah Minggu Gereja GMIM Eben Heazer Bumi Beringin.

Tanpa protokoler berlebihan, YSK berdiri di depan anak-anak jemaat, mengambil peran sebagai guru Sekolah Minggu. Ia memimpin doa, menyampaikan cerita Alkitab, dan berdialog langsung dengan anak-anak menggunakan bahasa yang ringan dan penuh kehangatan.

Pemandangan itu menghadirkan kontras yang kuat. Seorang gubernur, yang sehari-hari bergelut dengan kebijakan publik, pembangunan daerah, dan dinamika politik, justru tampil dalam peran paling sederhana, seorang pengajar iman bagi anak-anak.

Bagi YSK, peran tersebut bukan hal baru. Jauh sebelum menjabat sebagai Gubernur Sulut, ia memang dikenal aktif dalam pelayanan gereja, khususnya sebagai guru Sekolah Minggu. Jabatan publik tidak membuatnya meninggalkan panggilan lamanya.

Justru sebaliknya, ia membawa identitas itu tetap melekat dalam dirinya.

Kehadiran YSK di tengah anak-anak sekolah minggu menjadi pesan moral yang kuat bagi banyak orang. Bahwa posisi, jabatan, dan kekuasaan tidak seharusnya menjauhkan seseorang dari nilai-nilai dasar pelayanan dan kerendahan hati.

Beberapa jemaat yang hadir mengaku terkesan. Mereka melihat langsung bagaimana seorang pemimpin daerah tidak hanya berbicara soal pelayanan di ruang publik, tetapi benar-benar mempraktikkannya di ruang paling kecil dalam kehidupan jemaat.

Dalam konteks kepemimpinan modern yang sering diidentikkan dengan citra, popularitas, dan kekuasaan, tindakan YSK justru menawarkan perspektif berbeda.

Kepemimpinan tidak selalu harus tampil megah. Ia bisa hadir dalam bentuk mendengar anak-anak, bercerita tentang nilai kebaikan, dan menanamkan iman sejak usia dini.

Minggu pagi itu, YSK seolah mengirim pesan yang sederhana namun kuat, menjadi gubernur tidak berarti berhenti menjadi pelayan.

Justru dari ruang Sekolah Minggu itulah makna kepemimpinan yang sesungguhnya kembali diingatkan.

Bahwa pemimpin sejati bukan hanya mereka yang memerintah, tetapi mereka yang tetap mau melayani, bahkan ketika tidak ada kamera, tidak ada panggung, dan tidak ada tepuk tangan.(ayi)

0 Response to "Dari Ruang Gubernur ke Ruang Sekolah Minggu: YSK Menunjukkan Arti Kepemimpinan yang Melayani"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel