-->
Efek Zulhas di Musda VI PAN Sulut, Sinyal Kebangkitan Dimulai dari Konsolidasi Total

Efek Zulhas di Musda VI PAN Sulut, Sinyal Kebangkitan Dimulai dari Konsolidasi Total

Suasana Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional Sulawesi Utara. Minggu, 15 Februari 2026.

TONDANO
— Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional Sulawesi Utara menjadi titik krusial dalam upaya membangun kembali kekuatan politik PAN di Bumi Nyiur Melambai. 


Forum tertinggi di tingkat wilayah ini tidak sekadar agenda rutin organisasi, melainkan menjadi ruang strategis untuk menyusun arah kebijakan, merumuskan program kerja jangka menengah, serta memperkuat fondasi kepemimpinan partai ke depan.


Musda kali ini mencerminkan perubahan pendekatan PAN Sulut dalam membaca dinamika politik.


Jika sebelumnya forum serupa lebih bersifat administratif, kini Musda diarahkan sebagai arena konsolidasi ide dan kekuatan. 


Fokus utama bukan hanya pada struktur kepengurusan, tetapi pada penajaman visi politik dan penguatan mesin partai hingga ke akar rumput.


Ketua DPW PAN Sulut, Ashabul Kahfi, menilai Musda VI menghadirkan atmosfer baru yang berbeda dari periode-periode sebelumnya. 


Ia melihat munculnya energi kolektif dari para kader yang ingin mengembalikan PAN sebagai kekuatan politik yang relevan dan kompetitif di Sulawesi Utara.


“Yang terasa kuat sekarang bukan sekadar formalitas organisasi, tapi semangat untuk membesarkan partai secara nyata. Ada kesadaran bahwa PAN harus kembali hadir sebagai kekuatan yang diperhitungkan,” ujarnya.


Menurut Ashabul, semangat tersebut sejalan dengan arah kepemimpinan nasional PAN di bawah Ketua Umum Zulkifli Hasan. Kepemimpinan pusat dinilai memberikan dorongan moral sekaligus kerangka strategis agar seluruh DPW dan DPD bergerak dalam satu irama.


Musda VI PAN Sulut juga menjadi ajang refleksi internal. Para kader menilai bahwa tantangan politik ke depan tidak bisa dihadapi dengan pola lama. Diperlukan konsolidasi yang lebih solid, kaderisasi yang terencana, serta program kerja yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.


Dengan pendekatan tersebut, Musda bukan hanya menghasilkan keputusan struktural, tetapi juga peta jalan politik PAN Sulut. Konsolidasi internal diposisikan sebagai kunci utama kebangkitan, sebelum partai berbicara lebih jauh soal target elektoral dan ekspansi kekuasaan.


Secara strategis, Musda VI ini menandai fase baru PAN Sulut dari sekadar bertahan menjadi kembali menyerang. Forum ini menjadi sinyal bahwa PAN tengah menyiapkan diri untuk bangkit, bukan dengan euforia, tetapi melalui perencanaan, disiplin organisasi, dan kepemimpinan yang terkonsolidasi.(**ayi)

0 Response to "Efek Zulhas di Musda VI PAN Sulut, Sinyal Kebangkitan Dimulai dari Konsolidasi Total"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel