-->
Tancap Gas Usai Dilantik Zulhas, Srikandi Meity Ponto Siap Konsolidasikan PAN Jadi Mitra Strategis Pemerintah Sangihe

Tancap Gas Usai Dilantik Zulhas, Srikandi Meity Ponto Siap Konsolidasikan PAN Jadi Mitra Strategis Pemerintah Sangihe

Christ Meity Sulistiaty Ponto

SANGIHE
– Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Kepulauan Sangihe resmi memasuki babak baru. Sosok srikandi, Christ Meity Sulistiaty Ponto, SE, atau yang akrab disapa Meity, kini dipercaya menakhodai PAN Sangihe untuk periode kepemimpinan 2025-2030 ke depan.


Pelantikan Meity dilakukan langsung oleh Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Pangan dalam Kabinet Merah Putih. Usai dilantik, Meity langsung menyatakan komitmennya untuk “tancap gas” membenahi internal partai sekaligus memperkuat peran PAN di tengah masyarakat Sangihe.


Berbekal latar belakang sebagai pengusaha dan kontraktor, Meity menegaskan bahwa PAN di bawah kepemimpinannya tidak akan mengambil posisi sebagai oposisi pemerintah daerah. Sebaliknya, PAN siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal dan memperkuat program pembangunan di bawah kepemimpinan Bupati Michael Thungari, SE, MM.


“PAN hadir bukan untuk berseberangan dengan pemerintah, tapi untuk berjalan bersama sebagai mitra strategis. Kami siap mendukung program pembangunan demi kepentingan rakyat Sangihe,” tegas Meity.


Lebih jauh, Srikandi Nusa Utara Meity menyoroti pentingnya mengembalikan marwah PAN sebagai partai yang benar-benar hadir di tengah masyarakat, bukan sekadar muncul saat momentum pemilu. 


Menurutnya, PAN harus menjadi rumah aspirasi rakyat, tempat masyarakat mengadu, berdiskusi, dan berjuang bersama.


“PAN harus hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Bukan hanya saat kampanye, tapi menjadi bagian dari solusi atas persoalan rakyat,” tambahnya.


Secara politik, terpilihnya Meity bukan sekadar pergantian ketua. Ini dinilai sebagai upaya rekonstruksi identitas PAN Sangihe agar kembali menjadi partai terbuka yang berlandaskan nilai Pancasila dan UUD 1945. 


Meity juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas partai demi menjaga stabilitas politik dan mempercepat pembangunan di daerah perbatasan seperti Sangihe.


Dengan kepemimpinan srikandi dari Nusa Utara ini, PAN Sangihe menargetkan konsolidasi struktur partai hingga ke tingkat bawah serta memperkuat basis pelayanan publik, sehingga PAN benar-benar tampil sebagai partai terdepan dalam melayani masyarakat.


Singkatnya, ini bukan cuma soal kursi ketua. Ini pertaruhan, apakah PAN tetap jadi papan nama, atau berubah jadi mesin kerja politik yang benar-benar dirasakan rakyat. 


Dalam semangat konsolidasi internal, Meity juga mengusung tagline politik “Modal Moral Rebut Elektoral” sebagai arah baru gerakan PAN Sangihe. Menurutnya, kekuatan utama PAN bukan sekadar mesin politik, melainkan integritas kader, etika berpolitik, dan kedekatan dengan rakyat.


Ia menegaskan, PAN harus tampil sebagai partai yang rukun dalam internal, santun dalam komunikasi politik, dan menjadi panutan di tengah masyarakat.


“Kalau partai rukun, santun, dan bisa jadi panutan, maka kepercayaan publik akan tumbuh dengan sendirinya. Dari situlah elektoral bisa direbut secara bermartabat,” ujar Meity.


Tagline lain yang turut digaungkan adalah “PAN Rukun, Santun, Panutan, kedePAN jadi Rebutan”, yang mencerminkan target kepemimpinan Meity untuk membawa PAN Sangihe keluar dari politik transaksional menuju politik nilai dan keteladanan.


Dengan pendekatan tersebut, Meity optimistis PAN Sangihe tidak hanya akan bangkit secara struktural, tetapi juga mampu merebut kembali simpati publik dan menjadi kekuatan politik yang relevan, berpengaruh, serta dicari oleh masyarakat dalam kontestasi politik ke depan.(ayi)

0 Response to "Tancap Gas Usai Dilantik Zulhas, Srikandi Meity Ponto Siap Konsolidasikan PAN Jadi Mitra Strategis Pemerintah Sangihe"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel