Garis Polisi Tak Bertaji? Tambang Ilegal Gunung Atang Kembali Jalan. KA Alias Alvin dan JP Alias Jois Diduga Aktor di Balik PETI
![]() |
| Aktivitas alat berat dan sejumlah dum truck yang sednag beraktivitas di gunung Atang Bolsel |
BOLSEL -- Aktivitas tambang emas ilegal tanpa izin (PETI) desa Tolondadu Satu di kawasan Gunung Atang Bolaang Mongondouw Selatan kembali menuai sorotan tajam publik.
Pasalnya, lokasi yang sebelumnya disebut telah dipasangi garis polisi (police line) justru diduga kembali dibuka, sehingga aktivitas tambang ilegal kini semakin menggila dan berlangsung secara terang-terangan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar, sejumlah alat dan pekerja kembali terlihat beroperasi di kawasan tersebut. Padahal sebelumnya aparat penegak hukum telah menyatakan bahwa lokasi tersebut ditutup karena melanggar hukum serta merusak lingkungan.
Masyarakat pun mempertanyakan bagaimana mungkin lokasi yang sudah dipasang garis polisi bisa kembali beroperasi. Dugaan adanya oknum yang bermain di belakang aktivitas tambang ilegal ini pun mulai mencuat.
Beberapa nama bahkan disebut-sebut oleh warga sebagai aktor yang diduga berada di balik aktivitas tambang ilegal tersebut, di antaranya KA alias Alvin dan JP alias Jois. Kedua nama itu disebut memiliki pengaruh kuat dalam mengendalikan aktivitas penambangan di lokasi Gunung Atang.
“Kami heran, kalau memang sudah dipasang police line, kenapa sekarang bisa buka lagi? Ini seperti hukum tidak berlaku di sini,” ungkap salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Situasi ini membuat masyarakat menantang aparat penegak hukum untuk bertindak tegas. Warga meminta agar Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya Kepolisian Daerah Sulawesi Utara, turun langsung melakukan penyelidikan dan menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam aktivitas tambang ilegal tersebut.
Selain itu, warga juga mendesak agar lokasi tambang ilegal di Gunung Atang segera ditutup secara permanen dan semua pihak yang terlibat diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Kalau hukum masih ada di negara ini, kami minta aparat bongkar siapa aktor di belakang semua ini. Jangan hanya penambang kecil yang ditangkap, tapi juga para cukongnya,” tegas warga.
Kasus ini kini menjadi ujian bagi aparat penegak hukum di Sulawesi Utara. Publik menunggu langkah nyata dari kepolisian untuk membuktikan bahwa hukum benar-benar ditegakkan tanpa pandang bulu.
Apabila praktik tambang ilegal ini terus dibiarkan, bukan hanya kerusakan lingkungan yang semakin parah, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum akan semakin runtuh.(red/tim)

0 Response to "Garis Polisi Tak Bertaji? Tambang Ilegal Gunung Atang Kembali Jalan. KA Alias Alvin dan JP Alias Jois Diduga Aktor di Balik PETI"
Posting Komentar