Hanya Sekira 30 Hari Setelah Digerebek, Tambang Milik Kiki Mewo Beroperasi Lagi Ada Apa dengan Hukum di Mitra?

Foto:Ist
MITRA – Belum kering debu operasi besar Polda Sulawesi Utara yang membungkam aktivitas Tambang Emas Tanpa Izin (PETI) di Kebun Raya Ratatotok, mesin-mesin penyedot tanah mulai bergemuruh lagi.
Mirip cerita hantu yang tak bisa mati, lubang tambang ilegal yang sempat ditutup dengan gagah oleh Dirreskrimsus Kombes Pol Fx Winardi Prabowo itu kini ‘hidup kembali’ dalam sebulan secepat tumbuhnya rumput di musim hujan.
Publik Manguni sekitarnya digegerkan oleh suara mesin diesel yang kembali memecah sunyi. Tak butuh waktu lama bagi warga untuk menebak. "Ini pasti ulang tahun kedua dari kasus yang sama," begitu sindir salah seorang tokoh masyarakat yang enggan disebut namanya.
Panasnya isu ini langsung menyambar nama Kiki Mewo seorang figur yang sebelumnya sudah berada dalam pusaran badai tambang ilegal.
Kali ini, bukan sekadar isapan jempol. Masyarakat meyakini ada “tameng raksasa” yang kembali dipasang. Tameng yang mampu membutakan mata aparat di lapangan, bahkan hingga tataran pengawasan.
Pertanyaan besarnya siapa yang mampu membuat lubang tambang yang sudah disegel kembali menganga dalam waktu singkat? Dan bagaimana mungkin operasi ilegal ini bisa bernapas lega tanpa rasa takut?
Bukan tanpa upaya konfirmasi. Media ini mencoba menghubungi Kasat Reskrim Polres Minahasa Tenggara, AKP Lutfi Arinugraha Pratama, lewat saluran komunikasi digital pada, Senin (7/04/2026). Hingga berita ini diturunkan, tak ada satu pun pesan balasan.
Sikap membatu dari ujung tombak penyelidikan itu justru menyiram bensin pada api spekulasi. Publik makin berbisik. "Diam itu emas, tapi kalau kasus tambang ilegal, diam itu tandanya ada yang disembunyikan." celutuk sumber media ini.
Sorotan kini bergerak naik ke lantai atas. Pejabat Utama Polres Mitra dinilai kehilangan gigi. Mereka seolah memilih formula aman tidak ada klarifikasi, tidak ada langkah tegas.
Sementara lubang tambang di Ratatotok kian lebar, kepercayaan publik tentunya menjadi kian keropos. Fenomena ini menuai dua spekulasi kemungkinan yang sama-sama mengerikan, Pertama, lemahnya kontrol pasca penggerebekan, seolah setelah operasi usai, tak ada siapa pun yang menjaga pintu belakang.
Kedua, ada pembiaran terstruktur sebuah skenario di mana aparat di tingkat bawah mendapat ‘arahan halus’ untuk tidak mengusik terlalu dalam.(tim redaksi)
0 Response to "Hanya Sekira 30 Hari Setelah Digerebek, Tambang Milik Kiki Mewo Beroperasi Lagi Ada Apa dengan Hukum di Mitra?"
Posting Komentar