-->
Saat Eldat yang Kristen Mengetuai Halal Bi Halal di Kelurahan Airmadidi Atas Bukti Kasih Tanpa Batas

Saat Eldat yang Kristen Mengetuai Halal Bi Halal di Kelurahan Airmadidi Atas Bukti Kasih Tanpa Batas

H. Umar Maliki saat menyampaikan cermah dalam Halal Bi Halal di Kelurahan Airmadidi Atas Minahasa Utara Senin, 20 April 2026.

MINUT
– Suasana berbeda terasa dalam gelaran Halal Bi Halal di Kelurahan Airmadiri Atas 2026 (tahun ini,red). Bukan karena kemewahan atau jumlah tamu, melainkan karena di balik meja panitia, berdiri sosok-sosok saudara kita umat Kristiani yang dengan penuh ketulusan mengatur jalannya silaturahmi khas umat Islam.


Begitu pula sebaliknya, saat perayaan Natal 2025 lalu, jajaran perangkat kelurahan yang beragama Muslim lah yang menjadi panitia. Sebuah harmoni yang membuktikan bahwa toleransi di sini bukan sekadar slogan, melainkan denyut kehidupan sehari-hari.


Ketua Panitia Halal Bi Halal, Eldat Barantian, seorang Kristen yang taat, memimpin langsung persiapan hingga pelaksanaan acara yang berlangsung khidmat. Dengan senyum dan sapa hangat, Eldat menyambut para tamu yang datang, mayoritas Muslim, tanpa canggung. 


"Ini bukan tentang agama panitia, tapi tentang bagaimana kita sebagai saudara saling menjaga. Kasih itu menembus batas," ujarnya saat membuka acara.


Keunikan ini menjadi sorotan sekaligus teladan. Jika pada perayaan Natal 2025 perangkat kelurahan yang Muslim menjadi panitia ibadah, kini giliran saudara-saudara Kristiani yang mengelola Halal Bi Halal. Sebuah siklus kebersamaan yang menunjukkan bahwa iman tidak perlu dipertentangkan, justru diperkuat dengan aksi nyata.


Acara mengusung tema besar: "Dengan Halal Bi Halal Kita Wujudkan Kebersamaan dalam Keberagaman" dan sub tema: "Bersihkan Hati, Eratkan Silaturahmi Menuju Kelurahan yang Lebih Baik." Tema ini terasa hidup ketika penceramah, Ustad Drs. H. Umar Maliki yang akrab disapa "Ustad Sinetron" naik ke mimbar.


Dengan gaya tuturnya yang khas, ringan namun menusuk kalbu, ia tak hanya berbicara tentang dosa dan ampunan, tetapi juga tentang makna manusia yang beriman.


"Saudaraku, jangan pernah merasa agama kita paling benar lalu merasa paling selamat. Agama tidak menyelamatkan manusia," tegas Ustad Umar disambut hening. "Yang menyelamatkan manusia adalah iman dan perbuatan. Iman yang membasuh hati, dan perbuatan yang merangkul mereka yang berbeda. Lihatlah panitia kita, Bapak Eldat. Dia Kristen, dia berbuat untuk kita. Itulah iman dalam tindakan."


Ustad Umar Maliki lantas menguatkan pernyataan Bupati Minut, Dr. Jouna Ganda, bahwa Minut adalah laboratorium umat beragama.


"Laboratorium bukan untuk uji coba yang merusak, tapi untuk menemukan formula kerukunan. Dan formula itu adalah kasih. Kasih tidak bertanya agamamu apa, tapi bertanya, 'Aku bisa bantu apa untukmu, saudaraku?'"


Para jamaah yang hadir, lintas iman, tampak tersentak sekaligus terenyuh. Di barisan depan, Eldat Barantian tersenyum tipis. Ia merasa bukan sebagai "tamu" di acara umat lain, melainkan sebagai tuan rumah yang melayani keluarga besarnya sendiri.


Halal Bi Halal berakhir dengan salaman massal, tanpa canggung, tanpa sekat. Seorang ibu Muslimah memeluk panitia Kristen, seorang bapak bersalaman dengan Eldat seraya berkata.


"Tahun depan kita gantian lagi, Bang. Natal kita yang siapkan. Tapi untuk saat ini, terima kasih sudah menjadi keluarga bagi kami." tuturnya pelan.


Di kelurahan Airmadiri Atas, toleransi bukanlah sekadar ucapan. Ia adalah nasi bungkus yang dibagikan panitia Kristiani saat Lebaran, dan lilin natal yang dinyalakan panitia Muslim di gereja. 

Ia adalah wajah Indonesia yang sesungguhnya berbeda tapi berangkulan, beriman tapi berbagi.(ayi*)

0 Response to "Saat Eldat yang Kristen Mengetuai Halal Bi Halal di Kelurahan Airmadidi Atas Bukti Kasih Tanpa Batas"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel