-->

Samuel Naibaho, Jaksa Muda di Beranda Utara Negeri yang Memilih Mencegah Sebelum Menghukum

Samuel Naibaho, Jaksa Muda di Beranda Utara Negeri yang Memilih Mencegah Sebelum Menghukum

Samuel Naibaho

TALAUD
– Di wilayah paling utara Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, penegakan hukum tidak hanya dituntut hadir melalui tindakan represif, tetapi juga lewat pendekatan yang mampu membangun kesadaran masyarakat. 


Di tengah tugas tersebut, sosok Samuel Naibaho, S.H., M.H. tampil sebagai salah satu jaksa muda yang mengedepankan integritas, profesionalisme, dan edukasi hukum.


Sebagai Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kepulauan Talaud, Samuel memegang peran strategis dalam memastikan fungsi intelijen kejaksaan berjalan optimal. 


Mulai dari deteksi dini berbagai potensi persoalan hukum, pengamanan kebijakan pemerintah, hingga memberikan penerangan hukum kepada masyarakat menjadi bagian dari tanggung jawab yang diembannya.


Nama Samuel belakangan turut menjadi perhatian publik saat Kejaksaan Negeri Kepulauan Talaud melakukan penyelidikan terhadap dugaan penyimpangan pengelolaan dana desa yang melibatkan sejumlah kepala desa. Namun, bagi Samuel, keberhasilan penegakan hukum tidak semata diukur dari banyaknya perkara yang ditangani.


"Yang paling penting adalah bagaimana pelanggaran hukum bisa dicegah sejak awal melalui pengawasan dan edukasi kepada masyarakat," ujarnya saat diwawancarai media ini.


Lahir di Bengkulu pada 25 Februari 1992, Samuel mengawali karier sebagai jaksa di Kejaksaan Negeri Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, pada 2022. Tiga tahun kemudian, ia mendapat amanah bertugas di Kejaksaan Negeri Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.


Baginya, setiap penugasan merupakan bentuk pengabdian kepada negara. Di mana pun ditempatkan, seorang jaksa harus siap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.


"Senang bisa bertugas di Sulawesi Utara karena banyak pengalaman baru yang saya dapatkan. Sebagai jaksa, di mana pun ditugaskan harus siap," katanya.


Di bawah tanggung jawabnya sebagai Kasi Intel, Samuel aktif mengembangkan pendekatan preventif melalui berbagai program penyuluhan hukum. Ia rutin hadir dalam kegiatan Jaksa Masuk Sekolah maupun Jaksa Menyapa, berdialog langsung dengan pelajar, aparatur pemerintah desa, hingga masyarakat.


Dalam setiap kesempatan, Samuel mengingatkan pentingnya literasi hukum sejak usia dini. Ia mendorong generasi muda agar memahami risiko penyalahgunaan media sosial, bahaya narkotika, hingga konsekuensi hukum pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).


Sementara kepada pemerintah desa, ia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa. Menurutnya, tata kelola yang baik menjadi benteng utama untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi maupun penyimpangan anggaran.


Bagi Samuel, fungsi intelijen kejaksaan bukan sekadar mengumpulkan informasi, tetapi juga menjadi jembatan antara penegak hukum dan masyarakat dalam membangun budaya sadar hukum.


Pria yang memiliki hobi berolahraga itu meyakini profesi jaksa merupakan panggilan pengabdian. Integritas, keberanian, dan komitmen terhadap keadilan menjadi prinsip yang harus dijaga dalam setiap langkah penegakan hukum.


Ia percaya keberhasilan institusi kejaksaan tidak hanya tercermin dari keberhasilan membawa perkara ke pengadilan, melainkan juga dari meningkatnya kepatuhan masyarakat terhadap hukum.


"Saya berharap kita bisa terus bekerja sama dengan masyarakat agar angka pelanggaran hukum dapat ditekan. Pencegahan tetap menjadi langkah yang paling penting," tutup Samuel.(eka)


0 Response to "Samuel Naibaho, Jaksa Muda di Beranda Utara Negeri yang Memilih Mencegah Sebelum Menghukum"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel