-->
Partai Beringin Sulut Bergetar Jelang Musda, Kader Golkar Saling Lapor Polisi

Partai Beringin Sulut Bergetar Jelang Musda, Kader Golkar Saling Lapor Polisi

Calvin saat dijemput penyidik di rumahnya foto insert saat Cakvin masuk ke ruang penyidikan Kamneg Polda Sulut

MANADO
— Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golongan Karya (Golkar) Sulawesi Utara, dinamika internal partai berlambang pohon beringin kian memanas. Persaingan politik yang sebelumnya berlangsung tertutup hanya diinternal saja kini pecah ke ruang publik, bahkan bergeser ke ranah hukum pidana.


Ketegangan internal itu mencuat setelah adanya laporan dugaan penipuan dan penggelapan dana yang melibatkan sesama kader Golkar. Kasus tersebut dilaporkan oleh anggota DPRD Kota Manado dari Fraksi Golkar, Lady Olga, terhadap CP alias Calvin, rekan separtainya sendiri.


Dalam laporan polisi bernomor LP/B/386/V/2025/SPKT/POLDA SULUT, tertanggal 2 Juni 2025, korban melaporkan dugaan penipuan dengan nilai kerugian mencapai Rp355 juta. Uang tersebut diduga diserahkan dengan iming-iming jabatan strategis di lingkungan DPRD Kota Manado.


Kasus ini langsung menjadi sorotan, bukan hanya karena nilai kerugian yang besar, tetapi karena muncul di tengah kontestasi internal jelang Musda DPD I Golkar Sulut. Dugaan praktik “jual-beli pengaruh” dinilai mencederai etika politik sekaligus memperlihatkan rapuhnya soliditas internal partai.


Sejumlah kader Golkar Sulut menyebut, laporan polisi tersebut merupakan puncak dari konflik kepentingan yang selama ini mengendap. Persaingan antar-elit, isu mahar politik, hingga dugaan penggalangan dana ilegal disebut menguat seiring mendekatnya agenda pergantian kepemimpinan partai di tingkat provinsi.


Tak pelak, situasi kian memanas setelah penyidik Polda Sulawesi Utara melakukan penjemputan paksa terhadap terlapor CP alias Calvin pada Senin (22/12/2025) Pekan lalu.


Langkah itu diambil karena yang bersangkutan dinilai tidak kooperatif dan sempat berada di luar daerah dalam beberapa waktu.


Tindakan kepolisian tersebut menegaskan bahwa konflik internal Golkar Sulut telah bergeser dari sekadar manuver politik menjadi perkara hukum yang serius.


“Ini bukan lagi urusan personal. Ini gambaran perebutan kekuasaan internal yang sudah saling buka kartu, bahkan saling lapor,” ujar seorang kader Golkar Sulut yang enggan disebutkan namanya.


Di internal partai, kasus ini juga memunculkan spekulasi adanya keterkaitan dengan peta kekuatan jelang Musda, termasuk dugaan aliran dana yang dikaitkan dengan figur-figur yang disebut-sebut masuk bursa Ketua DPD I Golkar Sulut. 


Namun hingga kini, dugaan tersebut masih sebatas asumsi dan belum dikonfirmasi secara resmi. 


Baik ke inisial CEP dan MEP yang disebut sebut dan diduga terlibat dalam kasus ini. 


Pihak kepolisian menyatakan masih mendalami laporan tersebut dan belum mengumumkan status hukum lanjutan. 


Sementara itu, elite Golkar Sulut memilih irit bicara di tengah sorotan publik yang terus menguat.

Jelang Musda, Partai Golkar Sulawesi Utara kini berada dalam tekanan serius. 


Alih-alih menunjukkan konsolidasi dan soliditas, konflik internal yang berujung laporan pidana justru membuka babak baru pertarungan politik di tubuh partai beringin.(ayi)

0 Response to "Partai Beringin Sulut Bergetar Jelang Musda, Kader Golkar Saling Lapor Polisi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel