
Calvin Castro
MANADO — Dukungan terhadap langkah tegas Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, dalam menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) mulai mengalir dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari aktivis Sulut, Calvin Castro, yang menilai kebijakan tersebut bukan sekadar respons situasional, tetapi bagian dari upaya efisiensi yang sejalan dengan arahan pemerintah pusat.
Castro secara tegas menyatakan bahwa peringatan keras yang disampaikan gubernur dalam apel perdana, Senin (30/3/2026), harus dipahami secara utuh oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurutnya, kebijakan WFH tidak boleh disalahartikan sebagai ruang untuk bersantai, apalagi mengendurkan tanggung jawab pelayanan publik.
“WFH itu bukan libur terselubung. Justru dengan bekerja dari rumah, ASN harus bisa lebih fleksibel dan responsif dalam melayani masyarakat. Jangan sampai pelayanan malah menurun,” tegas Castro.
Ia melihat, dalam konteks penghematan bahan bakar minyak (BBM) dan efisiensi operasional, kebijakan ini memiliki dasar yang kuat. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada kedisiplinan ASN dan sistem pengawasan yang diterapkan oleh masing-masing instansi.
Lebih lanjut, Castro menekankan pentingnya pengawasan yang terstruktur dan berkelanjutan. Ia mendorong pemerintah daerah untuk tidak ragu menjatuhkan sanksi administratif bagi ASN yang terbukti melanggar aturan WFH.
“Kalau ada ASN yang tidak bekerja sesuai prosedur, harus ada punishment yang tegas. Tidak cukup hanya teguran. Jika pelanggaran terus berulang dan sudah melewati tahapan sanksi sesuai aturan, maka pemecatan harus menjadi opsi terakhir sebagai bentuk pembelajaran,” ujarnya.
Menurutnya, ketegasan tersebut penting untuk menjaga marwah birokrasi sekaligus memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal di tengah kebijakan fleksibilitas kerja.
Castro juga menilai bahwa langkah gubernur saat ini sudah berada di jalur yang tepat. Tinggal bagaimana implementasi di lapangan benar-benar diawasi secara serius, bukan sekadar formalitas administratif yang terlihat rapi di atas kertas tapi kosong di praktik.
“Kalau ini dijalankan dengan benar, ASN akan terbiasa bekerja berbasis tanggung jawab, bukan sekadar hadir secara fisik. Ini soal mindset pelayanan, bukan lokasi kerja,” pungkasnya.(ayi)
0 Response to " "
Posting Komentar