Koruptor Sulut Merana! Pekan Ini Polda Sulut 'BANTAI' Kasus Korupsi, Kamis Jadi Hari Paling Ditakuti!

Foto:Ist
MANADO – Kamis pekan ini dipastikan akan menjadi hari paling menegangkan bagi para pelaku tindak pidana korupsi di Sulawesi Utara. Sumber internal di Polda Sulut mengindikasikan ada kejutan bahwa tidak ada agenda lain selain Gelar Perkara Penetapan Tersangka untuk beberapa kasus besar yang selama ini membara di masyarakat.
Jantung berdebar kencang akan menanti siapa sosok pertama yang menyandang status tersangka. Meskipun pihak kepolisian masih merahasiakan persisnya perkara mana yang akan naik meja hijau, data penyidikan yang dihimpun menunjukkan beberapa "gunung api" sedang dalam fase kritis.
Berikut 3 Kasus Super Prioritas yang Siap Meledak di "Kamis Keramat" yang sedang dalam tahap puncak penyidikan Polda Sulut:
Pertama, pusaran kerugian Rp 9,26 M, kasus proyek internet dengan kelebihan bayar. Kasus ini diduga menjadi lubang besar pemborosan keuangan negara. Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, ditemukan adanya kelebihan pembayaran (overpayment) yang mencolok dalam proyek pengadaan internet senilai Rp 9,26 Miliar.
Modus awal diduga ada mark up harga atau pengadaan fiktif yang menyebabkan negara mengalami kerugian signifikan meski pekerjaan tidak sepenuhnya memenuhi spesifikasi.
Status Penyidik sedang memfokuskan pada aliran dana dan pihak yang menerima manfaat dari pembayaran lebih tersebut.
Dua penggelembungan anggaran Media Kominfo (Rp 7,9 M – Rp 15 M). Ini adalah kasus dengan geliat pemeriksaan paling masif. Bermula dari anggaran awal Dinas Kominfo sebesar Rp 7,9 miliar per tahun (2023-2024) yang ludes di pertengahan tahun, lalu mengajukan tambahan di APBD Perubahan sebesar Rp 8,9 miliar hingga total membengkak menjadi Rp 15 miliar. Proses Penyidikan sudah memanggil ratusan saksi, termasuk mantan Kadis Kominfo Steven Liow, telah diperiksa. Meski klaim tak ada korupsi, penyidik masih mendalami indikasi "rekayasa kegiatan" dan fiktifnya pertanggungjawaban dana publikasi .
Tiga, proyek MEP Mission Center GMIM di PUPR, dimana kasus pembangunan Gedung Mission Center GMIM (eks Christian Center) di Ring Road menjadi sorotan tajam. Alih-alih hibah untuk rumah ibadah, proses pekerjaan Mekanikal, Elektrikal, dan Plumbing (MEP) berubah menjadi sengketa hukum. Kepala Dinas PUPR Sulut, Deicy Paath, telah menjalani pemeriksaan intensif hingga larut malam terkait dugaan pelanggaran dalam proses tender dan pelaksanaan MEP yang digadang-gadang bermasalah.
Potensi Kerugian Proyek ini sempat dianggarkan pagu hingga Rp 23,8 miliar dan diduga kuat terjadi kejanggalan dalam proses lelang.
Keempat, Kasus Perumda Pasaranado ini sudah naik status ke penyidikan dan berada di ujung tanduk menunggu eksekusi tersangka apalagi Direktur Reskrimsus Polda Sulut, Kombes Pol Fx Winardi Prabowo, sudah berulang kali menegaskan bahwa kasus ini tidak dihentikan meskipun beredar isu miring .
Pulahan Saksi diketahui sudah menjalani pemeriksaan intensif di Polda Sulut termasuk Wakil Walikota Manado dr Richard Sualang diperiksa berjam-jan oleh penyidik Subdit Tipikor pada September 2025.
Di sisi lain, Puluhan aktivis dari IKAPPI dan LSM Anti Korupsi belum lama ini melakukan aksi damai dengan mengepung Kantor BPKP Sulut untuk meminta percepatan audit kerugian negara atas kasus ini. Mereka mendesak BPKP segera merampungkan perhitungan agar tersangka bisa langsung diborgol.
Data media ini menyebutka, apa yang dipermasalahkan hingga kasus ini ke meja penyidik Subdit Tipikor Polda Sulut antara lain dugaan penggelembungan anggaran fikktif (Mark Up), Temuan audit Inspektorat Kota Manado tahun 2021 (Tahun Anggaran 2020 – Mei 2021) sangat mencengangkan, diduga mencapai amgka Rp 4,3 Miliar belanja periode pemeriksaan tanpa bukti yang sah. Tak luput, Lucky Senduk (Dirut Perumda) sudah pernah diperiksa selama lebih dari 6 jam di Subdit Tipikor Polda Sulut.
Polda Sulut memastikan tidak ada tempat aman bagi koruptor siapapun dia. Seperti diberitakan sebelumnya (Baca:Polda Sulut) juga baru saja menuntaskan kasus internal yakni ASN Polda CSG yang menggelapkan anggaran lidik senilai Rp 1,3 Miliar. Dan tersangkanya sudah dijebloskan ke sel tahanan.(ayi*)
0 Response to "Koruptor Sulut Merana! Pekan Ini Polda Sulut 'BANTAI' Kasus Korupsi, Kamis Jadi Hari Paling Ditakuti!"
Posting Komentar