-->
Wujudkan Astacita di Bumi Nyiur Melambai, Bupati Joune Ganda Ajak Semua Elemen Daerah Tinggalkan Ego Sektoral

Wujudkan Astacita di Bumi Nyiur Melambai, Bupati Joune Ganda Ajak Semua Elemen Daerah Tinggalkan Ego Sektoral

Foto:Ist

MINUT
- Mengusung semangat Astacita sebagai fondasi pembangunan nasional, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menggelar peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 dengan cara yang berbeda. Upacara yang berlangsung di halaman kantor Bupati, Senin (27/4/2026), tidak hanya seremonial, tetapi juga menjadi deklarasi publik untuk mengintegrasikan delapan agenda prioritas nasional ke dalam setiap kebijakan lokal.


Bertindak sebagai inspektur upacara, Bupati Joune Ganda secara eksplisit menyatakan bahwa Astacita bukan sekadar jargon pusat, melainkan kompas strategis bagi Minahasa Utara. Dalam amanatnya yang dibawakan di hadapan 1.200 aparatur sipil dan tokoh masyarakat, ia menekankan bahwa keberhasilan otonomi daerah kini diukur dari seberapa cepat daerah merespon cita-cita besar tersebut.


“Kita tidak boleh lagi berjalan sendiri. Astacita mengajarkan bahwa dari swasembada pangan hingga reformasi birokrasi digital, semuanya membutuhkan kerja kolektif. Hari ini, kita tinggalkan ego sektoral. Kita wujudkan Astacita melalui aksi nyata, bukan plakat,” tegas Bupati Joune dengan nada penuh determinasi.


Peringatan tahun ini menjadi momen bersejarah karena pertama kalinya Pemkab Minut meluncurkan Gerakan Serap Aspirasi Astacita (GASAK). Dalam program ini, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) wajib memetakan setidaknya satu program unggulan yang secara langsung mendukung pilar Astacita, seperti kemandirian pangan berbasis potensi kelautan dan percepatan layanan administrasi kependudukan digital.


Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Minut, DR. Stella Kawilarang, menjelaskan bahwa Astacita telah disalin ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027. “Fokus kami adalah menghilangkan tumpang tindih anggaran. Semua dana harus berdampak pada tiga hal utama: ketahanan pangan lokal, penghapusan kemiskinan ekstrem, dan digitalisasi pasar tradisional,” ujarnya di sela-sela upacara.


Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang lebih banyak menampilkan parade budaya, upacara kali ini diisi dengan penandatanganan komitmen bersama antara pemkab, kepolisian, kodim, dan perwakilan komunitas petani serta nelayan. Komitmen ini mengikat semua pihak untuk melaporkan progres pencapaian indikator Astacita setiap tiga bulan sekali secara transparan ke publik.


“Dulu kita bangga karena pembangunan fisik merata. Sekarang tolok ukurnya adalah: apakah ibu-ibu di pesisir sudah bisa mengakses pupuk murah? Apakah lulusan SMK langsung terserap kerja? Itulah esensi Astacita yang sesungguhnya,” tambah Bupati Joune Ganda di akhir upacara.


Peringatan Hari Otda ke-30 ini ditutup dengan aksi simbolis pelepasan 1.000 bibit pohon kelapa dan penanaman perdana jagung varietas unggul di lahan percontohan desa. Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara optimistis bahwa melalui sinergi lintas sektor dan pengutamaan Astacita, daerah ini dapat melompat menjadi provinsi percontohan otonomi daerah berbasis hasil, bukan sekadar laporan.(***)

0 Response to "Wujudkan Astacita di Bumi Nyiur Melambai, Bupati Joune Ganda Ajak Semua Elemen Daerah Tinggalkan Ego Sektoral"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel