-->

Akun Palsu Mengatasnamakan Sekprov Sulut, Pria di Manado Jadi Korban Tipu Rp207 Juta

Akun Palsu Mengatasnamakan Sekprov Sulut, Pria di Manado Jadi Korban Tipu Rp207 Juta


MANADO
- Lagi modus penipuan dengan mencatut nama pejabat publik kembali terjadi. Seorang pria di Manado, berinisial M, dilaporkan menjadi korban penipuan setelah mentransfer uang Rp207 juta ke rekening yang mengaku sebagai bendahara gudang milik seseorang yang mengatasnamakan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Utara, Tahlis Gallang.


Pelaku menggunakan foto profil dan nama "Jaya Admaja" di WhatsApp untuk meyakinkan korban. Berikut kronologi modus penipuan yang terungkap dari percakapan WhatsApp korban, Rabu (6/5/2026).


Korban awalnya dihubungi oleh akun WhatsApp bernama "Jaya Admaja" pada Selasa (5/5/2026) sore.

18.46 - Pelaku memperkenalkan diri: "Selamat sore, ini saya jaya admaja."

18.49 - Korban mentransfer Rp207.000.000 ke rekening atas nama ALI SAPUTRA (Bank Mandiri) dengan nomor rekening 1060022195666, dengan keterangan "DP RACKET PADEL BABOLAT LAMBORGHINI 30 SET."

19.49 - Pelaku mengonfirmasi DP 30% sudah masuk dan memberikan estimasi proses dokumen serta surat jalan sekitar 15-20 menit.

Setelah korban mentransfer DP, pelaku kembali mengontak pada pukul 20.30 dengan alasan baru.

"Kita ada kendala kekurangan biaya pelunasan sekitar 43jt dikarenakan over limit harian, sementara kita harus menyelesaikan dana kebendahara dulu agar dokumen dan surat jalan bisa diterima anggotanya... jadi kalau berkenan minta tambah transfer lagi 43 juta."

Pelaku bahkan mengirimkan sejumlah pesan bernada tekanan, termasuk pesan yang kemudian dihapus. "Bapak punya kapasitas... smntra sy org kecil pak, maaf" dan "Tolong kerja samanya."

Dari tangkapan layar yang beredar, terlihat sejumlah pola umum penipuan 

Pertama, pesan dihapus secara sistematis - Banyak pesan berisi permintaan uang yang langsung dihapus setelah terkirim. 

Kedua, Tekanan waktu - Pelaku terus mengklaim proses dokumen dan surat jalan tertunda jika tidak segera ada tambahan dana. 

Ketiga, Telepon tak terjawab - Pelaku mencoba menelepon berulang kali, namun setelah korban curiga, nomor tersebut tidak lagi aktif di WhatsApp. 

Keempat, Nomor WA nonaktif - Status "Nomor ini tidak lagi menggunakan WhatsApp" muncul setelah korban diduga mulai waspada.

Beredarnya akun palsu yang mencatut nama Sekprov Sulut ini sudah dikonfirmasi sebagai modus penipuan. Tahlis Gallang sendiri telah mengeluarkan pernyataan resmi bahwa akun-akun tersebut bukan miliknya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga telah mengeluarkan pengumuman resmi;

"Terdapat nomor WhatsApp dan akun Facebook palsu yang mengatasnamakan Bapak Sekprov. Dimohon kepada semua pihak agar berhati-hati dan tidak menanggapi apabila menerima pesan mencurigakan, terutama yang berkaitan dengan permintaan uang atau informasi tertentu."

Menyikapi ini, Aktivis Sulut, Calvin Castro, mengecam keras perbuatan oknum tak bertanggung jawab tersebut. Ia mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap permintaan bantuan atau uang melalui media sosial.

"Penipuan sering dimulai dengan permintaan yang mendesak. Jika seseorang menekan Anda untuk mengirimkan uang atau detail login, bisa jadi ini adalah penipuan," demikian peringatan muncul di aplikasi perpesanan korban sebelum ia akhirnya menyadari telah ditipu.(Red)


0 Response to "Akun Palsu Mengatasnamakan Sekprov Sulut, Pria di Manado Jadi Korban Tipu Rp207 Juta"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel