Melimpah di Darat dan Laut, Ekonomi Sulut Kian Kinclong, Era YSK-VM Wisman Melesat 161%, Daya Beli Petani & Nelayan Juga Menguat

Foto:Ist
MANADO – Kabar baik datang dari Bumi Nyiur Melambai di era pemerintah Gubernur Yulius Selvanus dan Wagub Viktor Mailangkay.
Tidak hanya menjadi primadona di kancah pariwisata internasional, kondisi ekonomi masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) di sektor agraris juga menunjukkan penguatan signifikan.
Berdasarkan data terkini, sektor pariwisata Sulut melanjutkan tren pemulihan yang eksponensial. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara mencatat terjadi lonjakan drastis kunjungan Wisatawan Mancanegara (wisman) pada Maret 2026.
Jumlah kunjungan wisman sepanjang Maret 2026 mencapai 11.517 kunjungan, atau melesat sebesar 161,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year).
Pencapaian ini tidak lepas dari persaingan ketat dua negara dominan. Jika sebelumnya Tiongkok memimpin, pada periode ini wisatawan asal Korea Selatan mengambil alih puncak dengan pangsa 36,24 persen, diikuti ketat oleh Tiongkok sebesar 35,37 persen, serta Australia di posisi ketiga.
Meski pariwisata sedang bergairah, tulang punggung ekonomi lainnya yakni sektor pertanian juga patut diapresiasi. Mengacu pada data BPS Sulut, nilai tukar petani (NTP) yang mencerminkan daya beli petani di wilayah ini terus menunjukkan tren positif di awal tahun 2026.
- NTP Januari 2026 tercatat di angka 127,89 atau naik 2,14 persen dibanding Desember 2025.
- NTP Februari 2026 kembali menguat menyentuh level 128,50.
Kepala BPS Sulut, Agus Sudibyo, menjelaskan bahwa kenaikan ini terjadi karena kenaikan indeks harga yang diterima petani (It) lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang dibayar petani (Ib).
Kinerja baik ini didorong oleh subsektor Hortikultura yang melesat hingga 18,37 persen secara bulanan, disusul Tanaman Pangan dan Perikanan.
Dengan data ini, Provinsi Sulawesi Utara menjadi salah satu dari hanya dua provinsi di Pulau Sulawesi (bersama Sulawesi Tenggara) yang berhasil mencatatkan kenaikan NTP di tengah fluktuasi harga nasional.
Geliat peningkatan jumlah turis asing dan daya beli lokal tentu berdampak langsung pada industri penyangga. Meningkatnya jumlah wisman turut mengerek Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Sulut menjadi 43,20 persen pada Februari 2026.
Fakta menarik juga terlihat dari lama tinggal wisatawan. Rata-rata wisatawan asing tercatat menginap lebih lama (2,68 hari) dibandingkan wisatawan domestik (1,86 hari), menandakan bahwa Sulut dinilai memiliki destinasi yang tidak hanya singgah, tetapi layak untuk dieksplorasi secara mendalam.(ayi)
0 Response to "Melimpah di Darat dan Laut, Ekonomi Sulut Kian Kinclong, Era YSK-VM Wisman Melesat 161%, Daya Beli Petani & Nelayan Juga Menguat"
Posting Komentar