-->

Di Balik Ramainya Narasi Negatif, Calvin Castro Pertanyakan Kepentingan yang Sedang Bermain di Sulut

Di Balik Ramainya Narasi Negatif, Calvin Castro Pertanyakan Kepentingan yang Sedang Bermain di Sulut

Calvin Castro

MANADO
– Di saat pemerintah pusat terus mengalirkan berbagai program strategis dan dukungan anggaran ke Sulawesi Utara, muncul fenomena yang dinilai tidak biasa dalam ruang publik. 

Sejumlah pemberitaan dan opini bernada negatif terhadap pemerintah daerah terus bermunculan dengan intensitas tinggi. Fenomena inilah yang menjadi sorotan tajam pengamat ketua Armak Calvin Castro.

Menurut Calvin, publik perlu lebih kritis membaca pola yang berkembang. Ia menilai derasnya arus informasi negatif terhadap pemerintah daerah tidak bisa semata-mata dipandang sebagai kritik biasa, melainkan perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas, terutama saat Sulawesi Utara sedang menjadi salah satu daerah yang memperoleh perhatian besar dari pemerintah pusat melalui berbagai program pembangunan dan investasi.

"Ketika daerah sedang mendapat dukungan besar dari pusat, tetapi pada saat yang sama muncul serangan opini yang terus-menerus menggerus kepercayaan publik, maka ada pertanyaan yang perlu dijawab. Apakah ini murni kritik atau bagian dari perang persepsi?

Dalam analisisnya, Calvin melihat pola pertarungan politik modern tidak lagi hanya terjadi melalui kontestasi elektoral atau kebijakan publik. Pertarungan kini bergeser ke ruang digital, media sosial, hingga pemberitaan yang membentuk persepsi masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan suatu daerah sering kali tidak hanya ditentukan oleh realisasi pembangunan, tetapi juga oleh bagaimana pembangunan tersebut dipersepsikan publik. Ketika persepsi negatif terus diproduksi tanpa keseimbangan informasi, kepercayaan masyarakat dapat terkikis meski program pembangunan tetap berjalan.

Fenomena ini, menurutnya, berpotensi menciptakan jurang antara fakta pembangunan dan opini yang berkembang di tengah masyarakat.

Calvin menyoroti bahwa Sulawesi Utara saat ini berada dalam posisi strategis. Berbagai proyek pembangunan, program nasional, serta dukungan fiskal pemerintah pusat disebut terus mengalir ke daerah tersebut.

Dalam kondisi demikian, ia mempertanyakan motif di balik munculnya narasi yang cenderung menggambarkan pemerintah daerah secara negatif secara berulang-ulang.

"Publik harus mampu membedakan antara kritik yang konstruktif dengan upaya membangun opini yang bertujuan merusak kepercayaan," ujarnya.

Meski menyoroti adanya dugaan perang opini, Calvin menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian penting dalam demokrasi. Namun kritik, menurutnya, harus berdiri di atas data, fakta, dan argumentasi yang dapat diuji.

Ia mengingatkan bahwa pemberitaan yang hanya menonjolkan sisi negatif tanpa memberikan konteks utuh berpotensi menciptakan disinformasi yang pada akhirnya merugikan masyarakat sendiri.

Menurut Calvin, tantangan terbesar pemerintahan saat ini bukan semata menjalankan program pembangunan, tetapi juga menghadapi arus informasi yang bergerak sangat cepat.

Dalam situasi tersebut, masyarakat dituntut lebih cermat menyaring informasi dan tidak mudah terjebak pada narasi yang belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya.

Di tengah derasnya dukungan pembangunan dari pusat ke Sulawesi Utara, Calvin mengingatkan bahwa perang yang sedang berlangsung mungkin bukan perang kebijakan, melainkan perang membentuk persepsi publik. Dan dalam perang semacam itu, kepercayaan masyarakat menjadi target yang paling diperebutkan.(ayi)






0 Response to "Di Balik Ramainya Narasi Negatif, Calvin Castro Pertanyakan Kepentingan yang Sedang Bermain di Sulut"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel