Kadis Kominfo Zainudin Hilimi: Tahun Baru Islam 1448 H: Saatnya Berhijrah di Ruang Digital dengan Bijak dan Bermartabat

Foto:Ist
MANADO – Dengan semangat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, masyarakat diajak menjadikan media sosial bukan sekadar ruang berekspresi, melainkan juga sarana membangun peradaban yang lebih santun, cerdas, dan beradab.
Menurut Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfo) Sulawesi Utara Dr. Zainudin Saleh Hilimi, S.E., M.E., Ak., CA. sejatinya, hijrah terbaik adalah perubahan yang menghadirkan manfaat, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain
Untuk itu, momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah tidak hanya menjadi penanda pergantian kalender bagi umat Muslim, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk memperbaiki diri di tengah derasnya arus informasi digital.
Ia mengajak masyarakat memaknai hijrah sebagai proses perubahan menuju pribadi yang lebih baik, termasuk dalam cara berinteraksi dan bermedia sosial.
"Dalam konteks kekinian, hijrah ini tidak lagi sekadar dimaknai sebagai perpindahan fisik, melainkan transformasi sikap, pola pikir, dan perilaku menuju kehidupan yang lebih berkualitas.
Semangat tersebut sejalan dengan nilai-nilai hijrah yang mengajarkan perubahan, introspeksi, dan perbaikan berkelanjutan." jelasnya.
Lebih jauh, Kadis Kominfo menambahkan di era digital, ruang media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. "Karena itu, setiap individu memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan komunikasi yang sehat, santun, dan membawa manfaat bagi sesama." tambahnya.
Tahun baru Hijriah menjadi pengingat bahwa setiap unggahan, komentar, maupun informasi yang dibagikan seharusnya tidak sekadar mengejar perhatian, tetapi juga mempertimbangkan nilai kebenaran, etika, dan dampaknya bagi masyarakat.
Selain itu, ajakan untuk berhijrah di ruang digital bukan berarti menjauhi teknologi. Sebaliknya, masyarakat didorong untuk memanfaatkan teknologi sebagai sarana menyebarkan inspirasi, pengetahuan, dan semangat persaudaraan. Di tengah maraknya hoaks, ujaran kebencian, serta polarisasi opini, sikap kritis dan bijak dalam menerima maupun membagikan informasi menjadi bagian penting dari semangat hijrah masa kini.
Hijrah digital juga dapat diwujudkan melalui kebiasaan sederhana, seperti memverifikasi informasi sebelum membagikannya, menghindari perdebatan yang tidak produktif, menjaga kesantunan dalam berkomentar, serta lebih banyak menyebarkan pesan yang menyejukkan.
Lebih dari itu, momentum 1 Muharram menjadi kesempatan bagi setiap orang untuk melakukan muhasabah atau evaluasi diri. Bukan hanya tentang kualitas ibadah, tetapi juga tentang bagaimana kehadiran kita di dunia maya memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
"Semangat hijrah yang diwariskan Rasulullah SAW mengajarkan keberanian untuk meninggalkan kebiasaan yang kurang baik menuju perilaku yang lebih mulia." tambah Zainudin.
Dalam konteks digital, hijrah berarti berpindah dari budaya saling menyalahkan menuju budaya saling mengingatkan, dari penyebaran kebencian menuju penyebaran kebaikan, serta dari informasi yang menyesatkan menuju informasi yang mencerahkan.(***)
0 Response to "Kadis Kominfo Zainudin Hilimi: Tahun Baru Islam 1448 H: Saatnya Berhijrah di Ruang Digital dengan Bijak dan Bermartabat"
Posting Komentar