-->

Husen Tuahuns ke Gubernur YSK; Tetap Bekerja Walau Dihujat, Rakyat Masih Bersamamu

Husen Tuahuns ke Gubernur YSK; Tetap Bekerja Walau Dihujat, Rakyat Masih Bersamamu

Husen Tuahuns

MANADO
— Gelombang kritik terhadap pemerintahan Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling dan Wagub Viktor Mailangkay mulai memantik reaksi dari sejumlah tokoh masyarakat dan aktivis senior. 


Salah satu suara paling keras datang dari aktivis 98, Husen Tuahuns, yang menilai serangan terhadap Gubernur YSK belakangan ini mulai mengarah pada upaya pembunuhan karakter politik di tengah proses pembenahan birokrasi yang sedang berjalan.


Menurut Husen, publik perlu membedakan antara kekurangan sistem pemerintahan dengan niat seorang pemimpin yang sedang bekerja membangun daerah. Ia menilai, selama sekira satu tahun kepemimpinan YSK, justru terlihat adanya upaya konsolidasi pembangunan dan penataan birokrasi yang tidak mudah dilakukan di tengah tarik-menarik kepentingan di lingkar kekuasaan.


“Walaupun rintangannya berat, teruslah bekerja dan berbuat baik walaupun tidak dihargai. Kadang orang menghukum hanya karena satu kekhilafan, tetapi Tuhan akan menyempurnakan semua kekurangan lewat satu kebaikan yang diperbuat,” ujar Husen yang pernah duduk sebagai anggota DPRD Minut dan DPRD Sulut.


Lebih lanjut, pernyataan itu muncul di tengah sorotan terhadap sejumlah figur di sekitar kekuasaan yang diduga lebih sibuk memainkan pengaruh politik dan kepentingan kelompok dibanding mempercepat agenda pembangunan daerah. Situasi tersebut disebut-sebut menjadi salah satu faktor yang membuat sejumlah program strategis pemerintah provinsi berjalan lebih lambat dari ekspektasi masyarakat.


Namun Husen yang juga pernah menjabat sebagai staf khusus mantan Gubernur Olly Dondokambey menegaskan, keterlambatan atau belum maksimalnya hasil pembangunan tidak sepenuhnya bisa diarahkan kepada gubernur. 


Ia justru menilai ada pihak-pihak tertentu yang mencoba menjadikan Gubernur YSK sebagai sasaran utama, sementara akar persoalan sesungguhnya berada pada praktik “permainan dalam” yang selama ini sulit disentuh.


“Jangan salahkan nahkodanya jika masih ada awak kapal yang sibuk berebut ruang kekuasaan. Yang dibutuhkan sekarang adalah keberanian membersihkan barisan, bukan menjatuhkan pemimpin yang sedang bekerja,” tegasnya.


Dalam pandangan Husen, YSK saat ini sedang menghadapi ujian politik yang lazim dialami kepala daerah yang mencoba melakukan penataan dari dalam. Ia menilai resistensi justru muncul dari kelompok yang merasa terusik oleh perubahan pola kekuasaan dan pengawasan anggaran.


Aktivis 98 itu juga mengingatkan agar gubernur tidak terjebak pada upaya pencitraan maupun tekanan kelompok tertentu. Menurutnya, seorang pemimpin tidak perlu sibuk meyakinkan semua orang karena penilaian publik selalu lahir dari sudut pandang yang berbeda.


“Direndahkan tidak akan membuat seseorang menjadi sampah, dan dipuji juga tidak otomatis menjadi rembulan. Jadilah patriot sejati. Masih banyak orang waras yang melihat kerja tulus di belakangmu,” kata Husen dengan mada penuh semangat.


Ia mengingatkan, Gubernur YSK segera mengambil langkah tegas terhadap figur-figur di lingkar dalam yang dianggap menjadi beban pemerintahan. Sebab bila kondisi itu terus dibiarkan, bukan hanya citra pemerintah yang terganggu, tetapi juga kepercayaan publik terhadap agenda perubahan yang dijanjikan.


Di sisi lain, sejumlah kalangan menilai publik juga perlu memberi ruang bagi pemerintahan YSK untuk bekerja lebih maksimal. Pasalnya, membenahi birokrasi dan memutus mata rantai kepentingan di internal kekuasaan bukan pekerjaan singkat, terlebih di tengah tekanan politik dan ekspektasi masyarakat yang tinggi.(ayi*)



0 Response to "Husen Tuahuns ke Gubernur YSK; Tetap Bekerja Walau Dihujat, Rakyat Masih Bersamamu"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel