
Foto:Ist
MINUT – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara memperkenalkan inovasi SI PERINTIS MINUT (Strategi Inovasi Percepatan Intervensi Terpadu Lintas Sektor Kawasan Rawan Pangan Minahasa Utara) sebagai upaya serius menangani persoalan rawan pangan di daerah tersebut.
Program ini menargetkan tidak ada lagi desa rawan pangan di Minahasa Utara pada tahun 2028. Untuk mencapainya, SI PERINTIS MINUT menggunakan pendekatan Pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi, dan media. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai penting karena masalah pangan tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu dinas saja.
Salah satu sorotan utama dari program ini adalah penggunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan di Minahasa Utara. CSR diarahkan untuk mendukung program ketahanan pangan, seperti bantuan sarana produksi pertanian, sehingga perusahaan ikut berkontribusi langsung dalam mengatasi wilayah rentan pangan.
SI PERINTIS MINUT merupakan salah satu dari delapan inovasi daerah yang diluncurkan pemerintah kabupaten dan menjadi bagian dari proyek perubahan dalam pelatihan kepemimpinan (PKN) pejabat setempat. Program ini digagas oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Minahasa Utara, Asriyadi Lalompoh.(**)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar